Awal kelahiranku hingga masuk SD

Bismillah……

Assalamualikum Wr Wb….

Aku akan menceritakan sebuah kisah tentang diriku dari mulai aku di lahirkan. Cerita ini bukanlah karangan biasa melainkan sebuah fakta tentang kehidupanku memasuki dunia yang fana ini selangkah demi selangkah. Harus di mulai dari mana yach?, mungkin dari perkenalan aja kali yach. Namaku aris, lengkapnya aris purnomo. itulah nama yang di berikan oleh kedua orang tuaku sebagai panggilan sehari-hariku. Aku tidak tahu pastinya makna dari namaku ini, pernah ku bertanya kepada kedua orang tuaku makna dari nama ini. Namun orang tuaku tidak memberikan jawaban, mereka hanya bilang makna dari purnomo yaitu lahir pada bulan purnama dan orang jawa biasanya namanya selalu berakhiran dengan huruf O. tapi aku tidak tau apakah orang tuaku berbohong. Aku anak pertama dari tiga bersaudara. aku di lahirkan di sebuah kecamatan yaitu kecamatan Manggar yang penuh dengan aktivitas pertambangan timah, tepatnya  pulau belitong. pulau ini bersama bangka merupakan pulau penghasil terbesar timah di Indonesia bahkan di dunia. Pulau belitong ini sekarang telah membentuk provinsi baru yaitu provinsi Kep.Bangka Belitong, yg sebelumnya dulu merupakan bagian dari provinsi Sumatera Selatan. Di mana di pulau inilah aku lahir dan di besarkan hingga aku menginjak usia 16 tahun, sebelum akhirnya aku merantau ke pulau jawa. Aku dilahir ke dunia ini merupakan hasil dari buah cinta beserta kasih sayang dari dua insan manusia yang sangat aku sayangi dan aku cintai yaitu Sutikno dan Pujiama. Ke dua insan ini resmi mengikat tali perkawinan pada tanggal 4 februari 1988. Ayahku berasal dari jawa tengah tepatnya klaten dan ibuku berasal dari belitong tepatnya dusun damar. Ayahku di lahirkan di klaten pada tanggal 7 Oktober 1958, dan merupakan anak ke tiga dari enam bersaudara.Ayahku menamatkan kuliah di UNS solo, hingga akhirnya di tempatkan di belitong pada tahun 1981 sebagai PNS.  Ayahku bekerja sebagai guru(pns) di SMP N 1 di manggar, dimana dulunya SMP tersebut adalah SMP negeri pertama di daerahku. Sedangkan ibuku di lahirkan di mengkubang pada tanggal 5 mei 1965, dan merupakan anak ke enam dari tujuh bersaudara. Ibu ku menyelesaikan Pendidikan kebidanan di Tanjung Pandan pada Tahun 1990. Dan sekarang ibuku bekerja di Pukesmas yang berada di dekat rumahku sebagai bidan Desa.

Singkat cerita,ketika aku dulu di lahirkan , aku di lahirkan di manggar di rumah seorang bidan yaitu bidan Yati. Pada hari itu menunjukkan tanggal 5 April 1989. Oek…..oek……terdengar suara bayi berjenis kelamin laki-laki menangis dengan berat 3,5 Kg yg keluar dari rahim seorang ibu yang masih merasa kesakitan setelah selesai melahirkan.aku tak tau betapa sakitnya ibuku sewaktu aku mencoba keluar dari rahim itu,namun dibalas dengan senyuman serta wajahnya yang berseri-seri. Bahagia yang di rasakan oleh ibuku dengan kemunculan anak pertamanya. Aku pun bertanya kepada kedua orang tuaku: kenapa di akte kelahiran aku ditulis tanggal 31 juli 1989?. Orang tuaku pun menjawab: karena pada waktu itu bidan yang membantu persalinan ibuku terlambat membuat akte kelahiran sehingga bidan tersebut membuat akte ku dengan kelahiran 31 juli 1989..

Sewaktu aku masih bayi kira-kira berumur 0-6 bulan,aku tinggal di kompleks guru tepatnya di belakang tempat bekerja ayahku. Di sanalah aku tinggal bersama ayah dan ibuku hingga aku berumur 6 bulan. Sekitar berumur 6-8 bulan aku di bawa oleh ibuku ke Tanjung Pandan, dan tinggal bersama ibuku selama 2 bulan yang pada waktu itu ibuku masih sekolah kebidanan . Jarak tempat sekolah ibuku dengan tempat bekerja ayahku sekitar 100 KM, sehingga kedua orang tuaku sulit untuk bertemu untuk mengasuhku.  hingga pada akhirnya, ketika aku berumur 8 bulan , aku di bawa oleh nenekku ke rumahnya untuk di asuh.di sana aku di asuh oleh nenek, kakek dan adek ibuku. Pada waktu itu  ayahku bekerja sebagai guru di SMP N 1 dan sorenya melanjutkan Honor di SMP swasta lainnya. Saat itu gaji guru sangatlah kecil dan tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga ayahku mencari sampingan dengan cara honor di sekolah lain. ini dilakukan oleh ayahku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,di mana aku yang banyak menghabiskan susu bubuk dan kebutuhan lainnya di tambah lagi untuk membiayakan sekolah ibuku yg waktu itu masih sekolah di kebidanan. Ayahku yang waktu itu di temani dengan vespa warna putih berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ayahku pada saat itu merupakan tulang punggung keluarga.pada waktu itu ayahku masih tinggal di sebuah rumah dinas, tepatnya di belakang smp tempat bekerja ayahku. Setelah bekerja ayahku selalu memberikan waktu buatku untuk melihat keadaanku di rumah nenek yang berjarak 10 KM dari tempat bekerja ayahku. Sedangkan ibuku harus menyelesaikan sekolahnya. Sehingga pada waktu itu, aku yang masih bayi jarang mendapatkan ASI dari Ibuku ,melainkan aku selalu mengkonsumsi susu bubuk yang di masukkan ke dalam botol. Nenekku yang mengasuhku hingga aku berumur 1 tahun lebih. Aku merasa senang karena Nenekku dan kakekku sangat menyayangiku, sehingga aku merasa nyaman di dekat mereka. di mana aku bisa baca al-Qur’an berkat kakek dan nenek ku. Mereka mengajarkan ku dengan susah payah, hingga aku bisa membaca sendiri tanpa di dampingi. Aku di kenal  oleh kakek, nenek serta tetangga sebagai anak yang baik, lucu, penurut namun terkadang aku di kenal ngambekan dan tidak boleh di ejek sedikitpun dan tiba-tiba menangis. Aku juga di senangi oleh banyak tetangga, mungkin karena badanku yang gemuk, kulitku yang kuning langsat sehingga membuat orang gemes pada saat melihatku. Namun hal itu tinggal kenangan. Mereka (kakek dan nenekku)  sekarang telah menghadap Allah SWT dan aku hanya bisa mendoakan mereka semoga mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah. Tak terhitung kebaikan apa yg mereka perbuat untukku dan orang lain. Kakekku di panggil oleh-Nya pada tanggal 15 April 2000, seminggu sebelum kelahiran adekku yang ke 3. Sedangkan Nenekku di panggil oleh-Nya pada Tanggal 29 Oktober 2008, pada waktu itu aku berada di jatinangor, tempat di mana aku mencari ilmu.sehingga aku tidak sempat melihatnya untuk terakhir kalinya.Sedih rasanya.. Pada hari yang bersamaan selalu terbayang akan kenanganku bersama nenekku itu. Nenekku pernah memberiku sebuah Qur’an yang di bawanya langsung dari Mekkah sepulang Haji, itu supaya aku membacanya dan menamatkannya, namun aku jarang untuk membacanya, hingga akhirnya hanya sekali aku menamatkanya……..kok jadi melenceng gini yach ceritanya??, jadi berbeda dengan judulnya…heheee

Kembali lagi ke cerita yach..hehee

Pada tahun 1990 ibuku menyelesaikan sekolahnya, dan ibuku pada waktu itu  langsung di angkat sebagai PNS dan bekerja di puskesmas pembantu sebagai bidan di dekat rumah nenekku. Pada waktu itu, ibuku adalah satu-satunya bidan yang ada di desa tempat tinggalku itu. Sebenarnya penghasilan ibuku sebagai bidan sudah cukup lumayan di tambah lagi ibuku satu-satunya bidan di desa itu, tapi aku tidak tau mengapa kedua orang tua ku pada saat itu tidak membangun rumah??.

memasuki usiaku ke 1,5 tahun aku masih tidak mau makan bubur atau nasi dan yang hanya aku konsumsi itu susu, susu, dan susu. Mungkin ini yang membuat bibirku menjadi tebal, dikarenakan aku selalu ngedot hingga aku berusia 3 tahun. Tidak lama kami tinggal di rumah dinas ayahku tersebut, Hingga suatu saat ketika aku berumur 2 tahun, kedua orang tua merencanakan untuk membangun rumah kecil yang terbuat dari papan dan beratapkan daun yang telah di buat sedemikina rupa, dengan hanya satu kamar tidur, satu ruang tamu, dan satu dapur. Rumah ini di bangun tepat di belakang rumah nenekku. Dimana rumah ini di buat untuk kami tinggal,dan untuk memudahkan pekerjaan ibuku sebagai bidan untuk membantu orang melahirkan di desa tersebut. Pada suatu saat, ketika aku berusia 2,5 tahun,  aku bersama ibuku dan ayahku pergi ke Jakarta dengan menggunakan uang tabungan ayah dan ibuku. Aku di perkenalkan  ke keluarga dari ayahku dari mulai mbah kakung,mbah putri, pakde, om, sampai ke bulek ku. Semenjak di klaten, aku mulai mau makan nasi. Itu juga mungkin karena teknik bulek ku yang hebat dan ahli , dalam upaya merayuku. Kurang lebih 2 minggu aku berada di sana,hingga akhirnya aku kembali bersama kedua orangtuaku ke tempat di mana aku di lahirkan.

Hari berganti hari, umurku telah memasuki usia 3 tahun. Dimana pada usia tersebut, aku mulai masuk TK( taman kanak-kanak). Pada waktu itu, aku mempunyai seorang pengasuh yang selalu mengawasiku, aku tidak tahu pasti siapa namanya?. Yang pasti aku memanggilnya dengan sebutan  Bibi. Mungkin karena ayah dan ibuku yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing sehingga kedua orangtuaku membayar orang untuk mengasuhku. Bahkan aku pernah di bawa oleh bibiku kerumahnya yang berjarak 7 KM dari rumahku dengan menaiki sepeda. Salah satu hal yang tidak pernah ku lupakan, pada suatu waktu, aku di bonceng oleh bibiku dengan sepeda, aku duduk di belakang sepeda ,kakiku di ikat dengan menggunakan kain supaya kakiku tidak mengenai ban atau besi yg ada di ban sepeda. Kemudian bibiku mengayuh sepeda itu, hingga suatu ketika setelah menempuh jarak yang cukup jauh. Aku yang duduk di belakang teriak kesakitan, menangis, kakiku berdarah. Melihat kondisi tersebut bibiku langsung menenangkanku hingga aku berhenti menangis. Bibiku langsung mengobati kakiku itu dengan betadin dan menutupnya dengan kain. Tidak banyak memori yang aku ingat pada saat TK, bahkan teman-teman TK ku saja aku lupa..

Mungkin hanya sedikit yang bisa aku ceritakan tentang pengalaman hidupku dalam menghabiskan masa kecilku hingga aku melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SD pada usia 5 tahun…cerita ini mungkin tidak cukup menarik, tapi sungguh berkesan untukku walaupun banyak kejadian yang tidak ku ingat…pada cerita selanjutnya aku akan bercerita tentang tentang perjalanan hidup ku ketika SD hingga Masuk SMP…..dimana  sewaktu SD aku tinggal di rumah yang baru, yang lumayan besar yang mempunyai 4 kamar tidur, 1 buah teras,2 kamar mandi, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 1 tempat makan, 1 dapur, 1 gudang ( skrng sdh di hancurkan), 1 ruang praktek, dan satu ruang khusus melahirkan. Rumah ini merupakan rumah staff bekas perusahaan timah. Pada waktu SD juga aku akan menceritakan bagaimana aku dididik keras, disiplin dan sering di pukul oleh ayahku karena perilakuku yang sering membuatnya jengkel dan banyak lagi kisahku lainya seperti aku mulai menyukai lawan jenis pada kelas 4 SD…heheee

TO BE CONTINOUE…………………………….????????

Wassalamualikum Wr Wb

One response to this post.

  1. […] Akhirnya kesampaian juga aku untuk melanjutkan cerita tenatng kisah hidupku sewaktu aku masih SD kelas 1 sampai kelas 6. maklum di sela-sela kesibukan ku yang sangat tidak jelas ini, sangat sulit untuk meluangkan waktu untuk nulis di blog.. hehee  potingan ini terkait dengan ceriatku sebelumnya yaitu Awal kelahiranku hingga masuk SD. […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: