Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Gangguan Makan

Tekanan sosial atau karena terlalu sering membandingkan diri bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan (eating disorder). Masalah gangguan makan bisa berakibat fatal bagi seseorang. Mungkin tidak secara langsung, tetapi lama kelamaan hal ini akan menggerogoti dari dalam. Saat ini masalah gangguan makan memang belum banyak digembar-gemborkan di Indonesia, namun masalah ini sangat mungkin terjadi di kota-kota besar mengingat begitu tingginya himpitan dan keinginan untuk tampil menarik dan mengikuti para selebriti dunia yang sangat kurus. Kenali tanda-tanda seseorang di lingkungan Anda yang mengalami masalah ini.

Berikut adalah beberapa tanda-tandanya:

 

1. Sangat fokus pada berat tubuhnya
Mereka yang mengalami masalah bulimia dan anoreksia memiliki masalah mempersepsikan bentuk tubuh dan berat badannya. Pada penderita anoreksia, meski mereka tahu bahwa dirinya kurus, jarang sekali mereka menyadari bahwa berat tubuhnya berada pada level berbahaya.

2. Mondar-mandir ke toilet
Mereka yang mengalami masalah anoreksia atau bulimia seringkali memuntahkan isi perutnya. Hal ini terjadi pada sekitar 80-90 persen penderitanya. Pipi yang membengkak karena pembesaran kelenjar ludah dan bekas luka pada jarinya karena berkontak dengan giginya adalah indikasi gangguan makan.

3. Tak mau punya berat tubuh normal
Setiap saat, seseorang yang memiliki masalah eating disorder ingin menurunkan berat badannya. Saat seorang wanita yang memiliki berat badan normal menunjukkan penurunan berat badan yang drastis, maka orang ini patut diperhatikan. Salah satu karakteristik anoreksia adalah menolak mempertahankan berat tubuh setidaknya 85 persen dari ukuran seharusnya tergantung tinggi badan dan usia.

4. Ritual makan yang aneh
Orang yang memiliki masalah gangguan makan bisa menunjukkan tanda-tanda bervariasi untuk menutupi masalah mereka dari orang lain. Contohnya, mendorong-dorong makanan yang ada di piringnya untuk memberi kesan ia sedang makan, atau menyembunyikan makanan di serbet, atau setiap kali habis makan, ia selalu pergi ke toilet, atau menghindari pertemuan sosial yang berkait dengan makanan.

5. Diet keras
Menghindari asupan makanan dengan membatasi atau mengenyahkan makanan-makanan tertentu dari menu makanannya bisa jadi pula gangguan makan, khususnya jika ia sebenarnya tidak bermasalah overweight dan motivasi utamanya hanya untuk menurunkan berat badannya lagi, lagi, lagi, dan lagi. Jika Anda tak yakin apakah orang ini sedang berdiet, lihat tanda-tanda jika ia cemas dengan jumlah kalori yang ia makan, seperti jumlah lemak atau karbohidrat dari makanan yang ia asup.

6. Terobsesi dengan makanan
Ia nampak seperti sangat tergila-gila dengan makanan. Contoh, ia akan mengumpulkan resep-resep makanan, menumpuk makanan, sering mendiskusikan makanan, dan memasak makanan dalam jumlah banyak untuk orang banyak. Sinyal-sinyal ini memang biasa terjadi bagi mereka yang memiliki kesukaan terhadap makanan, tetapi jika orang yang memasak ini hanya makan sedikit sekali atau bahkan tidak makan masakannya sementara ia selalu memaksa orang lain untuk memakannya, maka patut dikhawatirkan.

7. Olahraga berlebihan
Salah satu tanda seseorang mengalami masalah anoreksia dan bulimia adalah berolahraga secara berlebihan. Khususnya latihan fisik yang keras. Mereka yang mengalami anoreksia bisa jadi akan berolahraga berlebihan untuk menurunkan berat badan. Aktivitas fisik dihitung berlebihan ketika hal ini mengganggu aktivitasnya yang lain dan tetap dilakukan meski sedang cidera.

8. Ketergantungan dan terlalu banyak konsumsi laksatif
Mereka yang memiliki masalah bulimia seringkali menggunakan obat-obatan laksatif, baik dalam bentuk pil atau pil diet di luar saran dokter dan dalam jumlah banyak. Ia yakin dengan begini berat badannya tidak akan naik.

9. Makan dalam jumlah berlebihan
Salah satu hal yang menunjukkan seseorang mengalami masalah bulimia nervosa adalah tingkah makan makanan secara berlebihan dan tidak bisa mengendalikan kebiasaannya ini. Makan berlebihan ini umumnya dilakukan di tempat tersembunyi, hingga sulit dideteksi oleh orang-orang di sekitarnya.

10. Perubahan mood mendadak
Gejala-gejala kecemasan berlebihan atau depresi akan meningkat dalam diri wanita yang mengalami masalah kelainan gangguan makan. Mereka yang bobot tubuhnya jauh di bawah ideal atau mengalami anoreksia bisa memperlihatkan mood buruk, mudah teriritasi, menarik diri dari dunia sosial, dan insomnia. Gejala-gejala ini juga terkait dengan kondisi semikelaparan. Lama-kelamaan akan tumbuh masalah kekhawatiran berlebihan dan takut pada situasi sosial.

Semoga bermanfaat..😀



2 responses to this post.

  1. kunjungan sore sobat…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: