Renungan Mengenai Cinta Dan Pernikahan

seperti kata maria teguh “Sesungguhnya Kita lahir sebagai bayi mungil dan lucu sehingga dicintai banyak orang,tapi setelah beranjak dewasa kita malah menjadi pribadi yang Haus akan diCintai,namun kita malah mempersulit jalan orang lain untuk mencintai kita”.

nah postingan kali ini hanyalah sebuah renungan mengenai cinta dan pernikahan, semoga terinspirasi.

Berikut Ceritanya:

1. Cinta

Satu hari, Seorang Anak muda bertanya bertanya pada gurunya,
“Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya? , Pak “

Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana.
Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan,
artinya kamu telah menemukan cinta” .

Sang anak muda tadi pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan
kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”

Sang pemuda menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan
tidak boleh mundur kembali (berbalik)”. Sebenarnya aku telah menemukan
yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih
menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat
kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya
ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi,
jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”

Gurunya kemudian menjawab ”Jadi ,ya itulah cinta”

2. Pernikahan


Di hari yang lain, Pemuda tadi bertanya lagi pada gurunya,”Apa itu
pernikahan?Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana.
Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh
menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang
paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu pernikahan”

Sipemuda pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa
pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga
terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”

Sang Pemuda pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”

Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya, itulah pernikahan”

Jadi… :

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya & love will keep us alive

dan …

Pernikahan adalah kelanjutan dari Cinta. Dalam proses untuk mendapatkannya, ketika kita mencari yang terbaik
diantara pilihan yang ada, maka hal itu akan mengurangi kesempatan
untuk mendapatkannya. Ketika kesempurnaan ingin kita dapatkan, maka
sia-sia lah waktu kita dalam mendapatkan pernikahan itu, karena
sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya. B’cause “Nobody’s Perfect”, right!?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: